Senin, 27 Juli 2015

Mbolang Ke Karimunjawa

Mbolang atau istilah kerennya backpacker menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin travelling dengan dana yang sehemat mungkin tapi tetap bisa menikmati liburan dengan maksimal.

Berangkat dari rumah dengan sepeda motor bertiga, kami memilih penyeberangan melalui dermaga pantai Kartini Jepara. Alasannya, si Kakak Danish ini suka sekali naik bus.. eitssss apa hubungannya naik motor, nyebrang lewat Jepara sama Naik Bus?? Jadi kami berangkat dari Semarang naik motor pada hari Sabtu pagi.  Sampai di daerah Sayung Demak, motor kami titipkan di penitipan kendaraan yang ada dipinggir Jalan lalu kami naik Bus sampai ke Jepara dengan Tiket Rp 15 rb/orang.

Sampai di Jepara kita menuju ke Dermaga dengan berjalan kaki sekitar 10 menit atau bisa juga naik becak. Karena masih pagi kami berjalan saja kepantai sambil menikmati pamandangan kehidupan panduduk lokal dengan udara pagi pantai. Kami mampir ke agen tiket kapal Bahari Express yang sudah kami pesan via email 3 minggu sebelumnya. Ticket Kapal Bahari Express Executive Rp 300rb/orang PP sedangkan untuk tiket anak dibeli langsung di dermaga Rp 40rb/anak PP. Kapalnya supercepat, cuman 2jam sudah sampai Di Karimunjawa. Sebenarnya kalo mau lebih hemat lagi kita bisa naik kapal Ferry Siginjai tapi perjalanannya lebih lama dan kapal berangkat lebih pagi. 

berpose di depan kapal Expess Bahari

Sampai di Karimunjawa, sekitar jam 12 Siang, kami mencari homestay, beberapa rombongan memilih berjalan untuk mencari homestay dan banyak juga yg dijemput oleh agen tp kami memilih naik becak karena kasihan Kakak Danish kalo harus jalan di siang bolong meskipun udara Karimunjawa tidak sepanas di Semarang. Lagipula Karimunjawa tidak terlalu besar sehingga kemungkinan tersesat sangat kecil sekali.
Sepanjang jalan utama sampai alun-alun yang bisa ditempuh 15menit jalan kaki santai berjajar penginapan dari homestay dengan harga stadard Rp. 60rb (matras besar cukup untuk bertiga, kipas angin, bersih, nyaman) - sampai hotel yang tarifnya jutaan permalam.

Kami mendapatkan homestay di dekat alun-alun dan jadwal kapal tour kapal yang akan berlayar siang ini dari bapak tukang becak yang kami tumpangi. Beliau juga menitipkan kami ke kapal rombongan sebuah agen serta menyewakan peralatan snorkling. Biaya yang kami keluarkan Rp. 500rb untuk becak dari dermaga ke alun-alun, homestay, sewa alat srorkling, ikut jadwal kapal rombongan, tour guide plus dokumentasi underwater  untuk bertiga.. Selepas beberes, kami makan siang di "Warung bu Ester" sambil menunggu kapal rombongan salah satu agen. Warung prasmanan aneka sea food ini sangat rekomended buat si bolang dech. Selain  murah sekali tempatnya juga dekat dengan alun-alun dan dermaga kapal nelayan.


Spot snorkeling di P. Menjangan Kecil

 Spot pertama kami menuju menjangan kecil. Keindahan terumbu karang dan beragam ikan dan satwa air lainnya sungguh tak dapat diragukan lagi. Subhanalloh,,,, cantik dan menawan. Kami snorkling di kedalaman 8-10m untuk mendapatkan spot yang cantik tersebut serta menghindari tajamnya terumbu karang di perairan dangkal. bagi anda yang tidak bisa berenang jangan khwatir, karna selain dilengkapi pelampung anda juga akan didampingi lokal guide yang sabar ngajarin kita diving serta ngarahin gaya kita waktu pengambilan gambar dengan kamera underwater + fotografer profesional dari agen atau penyedia kapal.


Local guide membantu dan mengajari cara berenang dan menyelam

Setelah hampir 2 jam snorkeling, tour dilanjutkan ke pantai Tanjung Gelam. Nuansa pantai yang ada di ujung barat pulau Karimunjawa ini benar2 cantik. Banyak sekali wisatawan lokal dan Asing yang bercengkrama sambil menunggu sunset di pantai dengan ikon pohon kelapa dengan kemiringan 45derajat ini.
 Rimbunnya pahon-pohon dari Taman Nasional Karimunjawa, Pasir Putih yang menawan, Karang yang beraneka dan jernihnya air kian menambah keelokan pantai ini.
Sunset di Panta Tj. Gelam
Menjelang malam kami baru kembali ke homestay yang tak jauh dengan alun-alun Karimunjawa. Dan yang boleh dilewatkan tentu saja makan malam di alu-alun. Disini segala senis olahan sea food disajikan lesehan dilapangan alun-alun. tua-muda anak-anak, lokal, bule, semua duduk bersila diatas tikar sambil menunggu pesanannya datang. Disisi lain pedangang souvenir dan oleh-oleh khas karimunjawa juga berderet menjajakan dagangannya.

Keesokan paginya kami memutuskan untuk tidak mengikuti trip ke penangkaran hiu. Kami lebih suka berjalan-jalan berkeliling daerah dermaga nelayan melihat ikan-kan berenang dibawak kapal-kapal. setelah puas, kami berjalan menuju Pelabuhan untuk menunggu kapal yang membawa kami kembali pulang ke Jepara.
Pelabuhan Karimunjawa dengan air sebening kaca















Tidak ada komentar:

Posting Komentar